Bagaimana mungkin akan ada persahabatan tanpa engkau merobek hatiku lagi?
Hatiku sudah kau ambil, dan tidak ada lagi yang tersisa sekarang...
dan hubungan kita sudah melebihi persabahatan, apakah mungkin bisa setelah semua yang telah kau lemparkan di depan mukaku?

Jika sesaat itu yang kau inginkan, mungkin saat peluh bersatu dan melepuh dalam kamar dingin adalah sesaat.
Namun, sesaat itu pun kau khianati dengan memikirkan sosok lain, kau setubuhi aku namun hatimu terbang padanya...

Apa salahku hingga aku kau perlakukan seperti ini?
Bagaimana mungkin engkau kembali minta sesaat padaku, karena engkau telah menodai cinta agung yang kupersembahkan bagimu...

hingga saat itu...
hingga detik ini...

Aku sudah tak punya hati lagi...

12:23 PM

Share:

4 comments

  1. just ignore him lah!
    jgn ngomong2 dolo gitu loh mbak

    nyakitin hati aje

    BalasHapus
  2. Terima kasih pada kebenaran
    yang membakar api logika
    melihat sesuatu pada muka
    betapa merahnya keinginan
    mencabar makna


    Seperti orang lain
    kebenaran terhimpit oleh nafsu
    kita maklumi makna hakikat
    keriangan hari ini
    ada resah yang mematahkan
    hidup tidak selamanya
    mengira ketawa menghitung bahagia


    Kita pulang pada keikhlasan
    yang mendarahkan kesadaran
    melangkah dengan kaki bebas
    keluar dari keseronokan sempit
    seperti tidak ada rahasia
    sebelum dan sesudah ini

    rhe

    BalasHapus
  3. ketika uraian airmata dan jeritan hati kau hapuskan bagiku...

    maka aku telah hidup kembali,
    terimakasih karna kau telah mengembalikan jiwaku...

    BalasHapus