THE DEVIL INSIDE

"I trust people, I just can't trust the devil inside 'em"
= Italian Job =

I'm dealing so hard with trust issues lately. Susah emang untuk bisa percaya sama orang 100% dan sepertinya ketika rasa percaya tulus yang dikasih untuk orang lain itu disalahgunakan lagi, apakah mungkin bisa kembali percaya?

Mungkin gue adalah salah satu contoh kebodohan, salah satu dari keledai yang tetep akan jatuh di lubang yang sama walaupun sudah melewati jalan itu berkali-kali...

Terkadang gue sendiri berpikir, darimana asalnya kebodohan atau mungkin juga kesabaran yang gue punya sampai detik ini, atau malah mungkin gue masih punya harapan tentang apapun itu yang ada didepan gue? Gue juga gak tau, tapi yang jelas harapan untuk menjadikan orang lain LEBIH BAIK itu selalu ada.

Klo emang orang mau menjadi lebih baik, pada dasarnya gue adalah orang yang amad sangat mendukung banged, cuma ada kalanya orang yang didukung malah jadi males ato gak ada gairah untuk maju sama sekali, klo dah keq gini bete banged deh gue. Sama ajah kalah sebelum perang.

Entah sampe kapan gue bisa berharap, dan entah kapan gue akan bisa bertahan untuk menaruh harapan, semoga selama nafas masih berhembus gue akan bertahan. Walau tanpa terimakasih atas segala pengorbanan, walau tanpa penghargaan atas segala kasih sayang yang terungkap. Gue masih berharap, semoga suatu saat semua yang gue korbanin bisa menghasilkan sosok yang gue mau, paling gak jika buat gue buat orang-orang lain yang akan berinteraksi didekatnya.

semoga cacian akan berkurang,
menjadi ungkapan cinta,
semoga kemarahan akan sirna,
menjadi ucapan terimakasih,
semoga miskomunikasi tak akan ada lagi,
berubah menjadi ciuman sayang,
semoga segala kebohongan, yang disengaja atau tidak,
akan berkurang menjadi kejujuran...
bahkan menjadi keterbukaan tanpa paksaan.

hanya itu harapan yang masih menggantung...
...semoga tersampaikan dalam hati...

Share:

2 comments

  1. Yah.. gue bisa mengerti sekali apa yang elo rasa. Memberi kepercayaan, namun disalahgunakan. Tapi bodohnya, gue kembali percaya dan lagi-lagi jatuh di lubang yang sama.

    Yap, kita tidak pernah mau beranjak dari keledai.

    BalasHapus
  2. entah sampe kapan yah, dit? :) Tapi biar gimana juga suatu saat kita pasti bisa belajar untuk gak jatuh lagi di lubang yang sama :D

    BalasHapus