LIFE IS BEAUTIFUL

It is the title one of the greatest movie, I've ever watch. But, I'm not going to review the movie, since I already have.

I just want to start this new month with the title to remind me again that Life IS Beautiful.

THANK GOD FOR WHAT YOU HAVE
TRUST GOD FOR WHAT YOU NEED


and those
are the words that I want to share to all of you, who believe in God, or if there's a greater power or energy in this Universe...

HIDUPLAH DALAM KELIMPAHANNYA, SELALU!

I dunno why, but I do sound a bit religious lately, oh well...
Just bear with me for a while, k? hehehe...

Picture courtesy of tit4tatproductions.com

Share:

3 comments

  1. Not only beautiful, life is The Most Beautiful.

    Tentang hikmah yang kudapat dri film yang keren itu, aku akan memberimu komen yg panjangnya memecahkan rekor.


    seberapa jauh kita diizinkan cinta untuk berdusta? berapa kali kita bisa menggunakan perisai kebohongan, demi menjaga sebuah hati dari luka?

    jawabku; sejauh-jauhnya, sesering-seringnya...

    kejamnya hidup, pahitnya kenyataan, hitamnya langit nasib, harus ditutupi sekuat tenaga... karena tugas cinta adalah menghadirkan keindahan-keindahan... (kalau menyuguhkan kenyataan, siapapun bisa: koran, majalah, televisi, tukang pos, penagih kartu kredit, bahkan musuh-musuh kita paling gemar menyampaikannya....)

    kehidupan, dengan perih dan legitnya, dengan keindahan dan kekejamannya, pada akhirnya adalah bagaimana ia sampai ke pikiran kita. hanya masalah penerjemahan...

    dan tugasmulah, menerjemahkan teks-teks kehidupan seindah mungkin ke dalam pikirannya. jadikan semuanya, duka dan luka, sebagai syair-syair indah... nyanyikan derita seriang mungkin... (bila perlu, seperti penyanyi dangdut yang meratap sedu sedan, namun para penonton toh bisa menggoyang-goyangkan badan).

    sumber mata air duka adalah pengetahuan... dan benih kebahagiaan adalah pengharapan...

    maka hadirlah selalu di dekatnya, untuk mengelabui mata dan hatinya dari hidup yang buas ini... dustai dia, agar sampai sejauh-jauhnya di hatinya bersemai harapan... dia tidak perlu tahu semuanya... sampai pada akhirnya, kau dan dia, menyerah kalah pada kekalnya kematian.

    dusta adalah bukti cinta, yang harus dilakukan karena kau sungguh tak siap untuk kehilangan... toh tak ada yang demikian penting dalam hidup ini, sehingga kau perlu bergegap gempita mengabarkan kebenaran...

    mengapa tak kau beri kesempatan hatinya bahagia... seperti anak kecil yang tak bisa menanggalkan senyum dari bibirnya, karena kau puji lukisannya, meski kau tak bisa menerka, gambar apa gerangan yang dibuatnya...

    itu kalau kau memang benar-benar mencintainya...

    BalasHapus
  2. waaaahhh...terharuuuu...
    terimakasihhh terimakasihhh

    Indah banged komentarnya, sampe bisa dijadiin postingan baru sendiri.

    *hugs*

    BalasHapus
  3. setelah dibaca ulang koq jadi seperti jadi curhat colongan. *candaaaa*
    hahahaha....

    BalasHapus